Tidaaaaaaaaak!!!!!!" Tangis Zea pecah bersamaan dengan kematian Roy. Axel berusaha menenangkan mantan kekasih sahabatnya itu. Petugas segera mengurus jenazah Roy untuk memakamkannya dengan layak. "Kemana kalian membawa kekasihku pergi? Lepaskan! Roy-ku tidak mati, dia masih hidup! Cepat lepaskan dia! Kenapa kalian memasukkan Roy-ku ke dalam kantong jenazah? Dia bisa mati karena kekurangan oksigen! Cepat lepaskan, kataku!" Tangis Zea pecah sejadinya. Axel segera membawa Zea keluar agar petugas bisa mengurus jenazah Roy dengan fokus. Keesokan harinya, semua sahabat, kerabat, dan anggota keluarga Roy, termasuk ibunya yang sudah sadar dari koma, ikut menghadiri pemakaman Roy. Suasana penuh dengan haru. Zea berpelukan dengan ibu Roy dan berusaha saling menguatkan. Sehari setelah pemakaman Roy, Axel segera mengajak Zea ke rumah sakit, tempat Jerry dirawat. Zea begitu terkejut karena Jerry sudah tidak
Read more