Setelah menemani kekasihnya, Roy segera menghadap Elshi. Dia meminum kembali racun, kemudian meminta izin kepada Elshi untuk kembali ke markas Hugo.Beberapa saat kemudian, Roy tiba di sebuah jalan sepi tempat dia janji bertemu dengan Axel. Axel sudah lebih dulu sampai. Mata Axel tampak berkaca menatap Roy yang semakin dekat menuju kepadanya."Axel, maaf aku baru sampai," katanya seolah tidak ada hal besar yang terjadi pada persahabatan mereka."Sejauh ini kamu menutupi semuanya dariku, apa aku masih sahabatmu, hah?" Axel tampak berteriak karena gejolak di hatinya. Rasa sedih, kecewa, takut, dan peduli bercampur satu di hatinya."Kamu, Hugo, Doni, Devan, Mario, dan Naga Merahmu, juga kekasihmu Zea dan Elshi itu..."Axel tampak tidak mampu melanjutkan kata-katanya, yang dari tadi sambil menepuk dada kekar Roy dengan kotak rokok yang barusan digunakannya untuk mengambil beberapa batang rokok yang sudah habis 7 batang sejak dia menunggu keda
Read more