Kedua mahasiswi itu masih asyik dengan gosip mereka tanpa memedulikan keberadaan Lyra yang berdiri di samping, suara mereka bergema jelas di ruangan itu.“Menurutku sih wajar,” kata salah satunya sambil merapikan poninya di depan cermin. “Mr. Neil itu dingin, pendiam, kelihatannya susah didekati.”"Benar,,” sahut temannya cepat. “Sedangkan Bu Arilla kebalikannya. Ceria, ramah, dan cantik pula. Tipe yang bisa mencairkan orang seperti Mr. Neil.”Mereka terkekeh kecil.“Serius deh, mereka kelihatan serasi, kayak pasangan di drama,” timpal mahasiswi yang kedua. “Pria dingin ketemu perempuan ceria.”“Kalau memang benar,” sambungnya lagi, “sepertinya kita semua nggak punya kesempatan, ya.”Ucapan itu meluncur ringan, tapi bagi Lyra terasa jauh lebih berat.Lyra masih berdiri terpaku di depan cermin. Ia mengerjapkan mata, menelan ludah pelan. Ia memaksa bahunya agar kembali rileks, seolah tak mendengar apa-apa.Lyra menatap gaunnya kembali, Gaun itu terlihat indah, itu adalah gaun impiannya
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya