Neilson refleks menutup mulutnya dengan tangan satunya, berusaha menahan suara yang hampir lolos. Matanya membulat, napasnya tertahan, campuran kaget, nyeri, dan tak percaya jelas terpancar di wajahnya.Dirinya bisa merasakan denyut perih di punggung tangannya, namun tetap bertahan agar tak mengeluarkan suara sedikit pun, ia tak ingin membangunkan Lyra sepenuhnya.Beberapa detik kemudian, rahang Lyra mengendur. Gigitannya terlepas, dan tubuhnya bergeser mendekat. Tanpa sadar, kedua lengannya melingkari lengan Neilson, memeluknya erat seperti memeluk guling favoritnya. Napas Lyra kembali teratur, wajahnya tampak tenang, sama sekali tak menyadari kekacauan kecil yang barusan ia ciptakan.Neilson membeku. Ia menatap Lyra sebentar, lalu menunduk melihat lengan yang kini terperangkap. Dengan gerakan yang perlahan, ia mencoba menarik lengannya, gerakannya terhenti setiap kali Lyra sedikit bergerak.Setelah beberapa saat, akhirnya lengannya berhasil terlepas. Pandangannya kemudian terpaku pa
Terakhir Diperbarui : 2026-01-31 Baca selengkapnya