Neilson menekan tombol di sisi pintu, membuat kaca mobil turun perlahan. Ia menoleh ke arah Wina dengan ekspresi tenang dan terkendali, wajahnya datar seperti biasa, seakan di dalam mobil itu tak ada sesuatu yang perlu disembunyikan. Sikapnya tetap dingin, nyaris tanpa celah.Begitu jendela terbuka, Wina refleks membungkukkan badan dengan sopan.“Selamat pagi, Mr. Neil,” sapanya hati-hati, nada suaranya tetap formal. “Apakah Anda hendak singgah ke kafe?”“Saya hanya lewat,” jawab Neilson singkat. Ia mengangguk tipis sebagai penutup, lalu tanpa memberi ruang untuk percakapan lanjutan, kembali menaikkan kaca mobil hingga tertutup rapat.Wina berdiri kaku di tempatnya selama beberapa detik. Ia sempat kembali membungkuk kecil ketika mobil itu mulai bergerak perlahan meninggalkan area depan kafe. Pandangannya mengikuti mobil tersebut sampai menghilang dari pandangan, kemudian ia berbalik dan kembali duduk.Dari kursi belakang, Lyra mengintip dengan hati-hati. Ia menahan napas, tubuhnya mas
Terakhir Diperbarui : 2026-01-30 Baca selengkapnya