Sesi kedua akhirnya dimulai. Lampu panggung kembali dipusatkan, musik latar mengalun lebih hidup, dan sepuluh peserta berikutnya bersiap di belakang tirai. Satu per satu berjalan memasuki panggung dengan percaya diri.Wina menoleh ke arah Lyra. Wajahnya masih tenang, tetapi jemarinya terasa dingin saat ia menggenggam tangan sahabatnya.Lyra membalas genggaman itu erat. “Semangat, Wina,” bisiknya lembut. “Jangan gugup, lakukan saja seperti biasa. Kamu terlihat sudah sangat siap.”Wina menarik napas dalam, lalu mengangguk. “Oke, saat aku di panggung, jangan lupa kasih aku semangat, Ly.”Wina berdiri, merapikan gaunnya sebentar, lalu berjalan menuju belakang panggung untuk bersiap. Lyra memandang punggung sahabatnya itu dengan perasaan campur aduk, antara bangga sekaligus ikut tegang.Beberapa peserta lebih dulu tampil. Musik berubah setiap kali model berganti, sorotan lampu mengikuti gerakan mereka di atas panggung. Sorakan dan tepuk tangan sesekali terdengar dari penonton yang terpukau
Baca selengkapnya