Lyra perlahan melepaskan pelukannya. Tangannya yang semula melingkari tubuh Neilson jatuh kembali ke sisinya.Ia tidak mengatakan apa pun lagi. Tanpa menoleh, Lyra berbalik dan langsung berjalan menuju pintu keluar kediaman. Langkahnya cepat, seolah jika ia berhenti sebentar saja, keberaniannya akan langsung runtuh.Pintu terbuka, Lyra keluar dari rumah itu. Namun, begitu sampai di halaman, langkahnya perlahan melambat.Udara malam terasa dingin di kulitnya. Beberapa langkah kemudian, ia berhenti. Perlahan ia menoleh ke belakang, matanya menatap ke arah pintu rumah yang baru saja ia tinggalkan.Neilson tidak keluar, pria itu tidak mengejarnya,.tidak memanggil namanya, tidak menghentikannya. Seolah kepergiannya memang tidak berarti apa-apa.Seketika dada Lyra terasa sesak, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh begitu saja. Ia menggigit bibirnya pelan, mencoba menahan isakan yang hampir keluar.Awalnya ia berpikir semuanya masih bisa diperbaiki. Ia berpikir, jika ia berusaha
Leer más