Lyra berdiri di depan meja kerjanya sambil memeriksa kembali skripsinya dengan teliti. Beberapa lembar ia balik perlahan, matanya menyusuri setiap kalimat untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan yang terlewat.Ia sudah membaca berkas itu berkali-kali semalam, tetapi tetap saja, ia kembali mengecek bagian-bagian penting, kutipan, kesimpulan, serta catatan revisi yang sebelumnya diberikan Neilson.Setelah memastikan semuanya rapi, Lyra menutup map skripsinya perlahan. Ia menarik napas panjang. “Kali ini pasti berhasil ...,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri.Dengan membawa skripsi itu di tangannya, Lyra berjalan menuju pintu kamar. Ia membuka pintu, lalu melangkah keluar dan mulai menuruni tangga.Langkah awalnya terdengar mantap, tetapi langkahnya mulai melambat ketika pandangannya tertuju ke arah ruang makan. Meja makan yang biasanya hanya berisi dua atau tiga hidangan pagi ini tampak berbeda. Meja itu sudah penuh dengan berbagai makanan.Ada roti panggang, telur, salad, sup hanga
Read more