Lyra menelan ludahnya dengan gelisah.Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di dalam dadanya, campuran antara gugup, malu, dan sesuatu yang sulit ia definisikan.Tatapan Neilson yang begitu dekat, nada suaranya yang rendah, serta jarak di antara mereka yang hampir tak menyisakan ruang, semuanya membuat Lyra merasa seolah terpojok. Pikirannya mulai berlarian, apa yang akan terjadi selanjutnya?Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, membuatnya tanpa sadar menahan napas.Ia mencoba kembali bernapas dengan teratur, kemudian perlahan Lyra mengangkat tangannya dan mendorong dada Neilson dengan lembut, menciptakan sedikit jarak di antara mereka. Ia segera bangkit dari kursinya, gerakannya sedikit tergesa.“Sepertinya ... aku sudah kenyang,” ucapnya, berusaha terdengar biasa meski suaranya sedikit goyah.Tanpa menunggu respons Neilson, ia langsung berbalik kemudian berjalan cepat, hampir seperti berlari saat menaiki tangga menuju lantai atas.Dalam hitungan detik, gadis itu sudah men
Read More