"Tapi perjalanannya sangat berbahaya, Letnan," Sari memperingatkan dari arah dapur ketika mendengar rencana yang diucapkan Pieter. Pieter menatap istrinya, lalu tersenyum tipis—senyum yang penuh dengan keberanian dan gairah yang menyatukan mereka dalam nasib yang sama. "Bahaya adalah teman lama kami, Nyi. Dan kali ini, kami membawa kunci untuk membakar seluruh konspirasi mereka." Cempaka mengangguk, ia mengambil kotak musik itu dan mendekapnya. "Aku bersamamu, Pieter. Ke mana pun kau pergi, aku adalah bayanganmu." Di tengah kesederhanaan gubuk Mawar Putih, di bawah lindungan hujan yang mulai mereda, sebuah rencana besar lahir. Rencana yang bukan hanya tentang kelangsungan hidup, tapi tentang pembersihan nama baik dan cinta yang ditempa dalam api pengkhianatan.*/*/ Hujan telah mereda menjadi rintik halus yang dingin, menyisakan kabut tebal yang menyelimuti perbukitan. Di luar gubuk Mawar Putih, Ben telah menyiapkan tiga ekor kuda tegap hasil rampasan dari gudang logistik ter
Terakhir Diperbarui : 2026-01-25 Baca selengkapnya