Deru mesin mobil sedan mewah milik Felix membelah jalanan Warsawa yang mulus, dikelilingi oleh jajaran arsitektur klasik yang bersanding dengan gedung-gedung modern.Di dalam kabin mobil yang kedap suara dan sejuk, atmosfer terasa sangat nyaman. Namun, bagi Ivony, ketenangan ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan begitu saja. Ia melirik tas bekal di pangkuannya, lalu menoleh pada pria di samping kemudi.“Felix,” panggil Ivony, memecah keheningan. “Boleh aku bertanya sesuatu yang agak pribadi?”Felix terkekeh tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan depan. “Tergantung. Jika ini soal ukuran sepatu Damian atau resep rahasia kopinya, aku punya semua jawabannya.”“Bukan itu,” Ivony membenarkan posisi duduknya, menghadap agak miring ke arah Felix. “Ini tentang kalian. Sudah berapa lama sebenarnya kau mengenal paman angkatku itu?”“Hampir dua puluh tahun, Ivony,” jawab Felix, nada suaranya mendadak dipenuhi kebanggaan yang tulus.“Kami melewati masa-masa kuliah yang gila
Terakhir Diperbarui : 2026-05-20 Baca selengkapnya