Ivony mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba mencerna untaian kalimat yang baru saja meluncur dari bibir pria di hadapannya.Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Damian mendadak terasa begitu memabukkan, mengacaukan pasokan oksigen ke otaknya. Namun, akal sehatnya menolak mentah-mentah pengakuan tersebut."Kau sedang membual," ketus Ivony, mencoba menegakkan kepalanya meski dadanya berdegup kencang di bawah kungkungan Damian. "Jangan mengarang cerita fiksi di depanku, Damian Alexander.""Membual tentang apa?" tanya Damian, suaranya terdengar sangat rendah dan tenang, nyaris seperti bisikan di tengah keheningan kamar."Mana mungkin pria sepertimu belum pernah bercinta?" Ivony mendengus, matanya menatap menantang, mencari celah kebohongan di manik mata abu-abu suaminya."Pria mapan, kaya, dan berkuasa seperti dirimu sudah pasti akrab dengan kehidupan malam di Warsawa. Kau pasti sudah mengenal banyak wanita malam di kota ini."Damian tidak marah. Alih-alih menjauh, ia justru menyu
Terakhir Diperbarui : 2026-06-08 Baca selengkapnya