Aroma roti panggang dan kopi yang baru diseduh memenuhi ruang makan yang mewah itu. Ivony, yang mencoba bersikap seolah kejadian di kamar tadi tidak pernah terjadi, melangkah hati-hati sambil membawa cangkir kopi terakhir.Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat Damian sudah duduk dengan tenang di kursinya, melipat koran pagi dengan gerakan yang sangat berwibawa.Ivony berdeham pelan, mencoba menetralkan suaranya yang mendadak kering. “Sarapan sudah siap, Uncle. Makanlah selagi hangat.”Damian tidak menyentuh rotinya. Ia justru menyandarkan punggung, meletakkan kedua tangannya di atas meja, dan menatap Ivony.Tatapan itu bukan sekadar melihat; mata kelabu itu menelusuri lekuk tubuh Ivony dari atas ke bawah dengan intensitas yang begitu tajam, hingga Ivony merasa seolah pakaiannya transparan di bawah sorot mata itu.Merasa risih, Ivony merapatkan kemeja tipisnya. “Apa ada yang salah denganku?”“Ya,” jawab Damian singkat, suaranya berat dan tanpa keraguan.Ivony mengerutkan kening, t
Terakhir Diperbarui : 2026-05-11 Baca selengkapnya