Di atas sofa abu-abu itu, posisi mereka kini berubah. Ayu bergerak merangkak naik dan duduk di atas pangkuan Daniel. Ia memimpin permainan, menaik-turunkan pinggulnya dengan ritme yang semakin cepat, membiarkan kejantanan Daniel menghujam bagian depannya dengan telak. Ruang tamu vila kuno itu kembali riuh oleh suara kulit yang beradu dan deru napas yang memburu."Uuuh, Ayu... kamu semakin liar, aah," ucap Daniel. Suaranya serak, kedua tangannya mencengkeram pinggul Ayu untuk mengimbangi gerakan liar wanita itu.Ayu memejamkan mata, kepalanya mendongak dengan rambut yang basah oleh keringat. "Kamu suka, kan, Niel... ahh... kalau aku di atas seperti ini?" ucap Ayu sambil terus memutar dan menggerakkan pinggulnya di atas batang kejantanan Daniel."Suka banget, Yu... terus, Niel... ahh..." jawab Daniel dengan napas yang semakin pendek.Ayu membawa kedua tangannya ke depan, menuntun tangan Daniel untuk naik ke atas tubuhnya. "Remas dadaku, Niel... ahh, aku rindu banget sama sentuhanmu," la
Baca selengkapnya