Share

Bab 123

Penulis: Khai Tsan
last update Tanggal publikasi: 2026-07-08 22:54:26

"Masuk dulu, Yu," ucap Daniel dengan nada gugup. Tangannya yang agak gemetar menarik lengan Ayu agar segera melangkah melewati ambang pintu.

Ayu melangkah masuk ke dalam ruangan yang remang-remang. Sementara itu, Daniel sempat mengeluarkan kepalanya lagi ke luar, menengok ke kanan dan ke kiri halaman dengan waswas, memastikan tidak ada mobil lain yang membuntuti. Setelah merasa aman, ia menarik kepalanya kembali ke dalam.

*Klik.*

Seketika setelah pintu kayu besar itu tertutup rapat dan terkunci
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 123

    "Masuk dulu, Yu," ucap Daniel dengan nada gugup. Tangannya yang agak gemetar menarik lengan Ayu agar segera melangkah melewati ambang pintu.Ayu melangkah masuk ke dalam ruangan yang remang-remang. Sementara itu, Daniel sempat mengeluarkan kepalanya lagi ke luar, menengok ke kanan dan ke kiri halaman dengan waswas, memastikan tidak ada mobil lain yang membuntuti. Setelah merasa aman, ia menarik kepalanya kembali ke dalam.*Klik.*Seketika setelah pintu kayu besar itu tertutup rapat dan terkunci, pertahanan mental Ayu runtuh. Rasa rindu, takut, dan bingung yang ia tahan sepanjang jalan meledak begitu saja. Tanpa membuang waktu, Ayu langsung maju dan memeluk tubuh Daniel dengan erat dari belakang, menyandarkan wajahnya pada punggung pria itu.Bahunya mulai naik turun, sedikit terisak. "Kamu kenapa tiba-tiba pergi, Niel? Apa maksud pesan kamu kalau kita tidak bisa bersama lagi?"Daniel menghela napas panjang, tubuhnya menegang di dalam dekapan Ayu. "Rumit kalau diceritakan, Yu. Tapi sebe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 122

    "Kayaknya aku kenal daerah ini," gumam Ayu sambil memicingkan matanya, memperhatikan rute di Google Maps yang terpasang di dekat kemudi mobilnya.Mobilnya terus melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai padat. Ayu mengetuk-ngetuk setir dengan jari, mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali ia melewati rute jalanan yang dipenuhi pohon-pohon besar ini."Tunggu dulu... ini kan jalan ke arah Jagakarsa," ucap Ayu pada diri sendiri. Ia melirik sekilas ke arah secarik kertas dari Rangga yang diletakkannya di dasbor. "Alamat ini... astaga, kenapa aku bisa lupa?"Ayu mendadak teringat sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang. Lokasi yang dituju di peta digital itu bukan daerah asing."Ini kan salah satu aset milik keluarga Rangga," gumam Ayu dengan nada tidak percaya. "Iya, benar. Ini tanah milik almarhum ayahnya Rangga. Tapi... kenapa Daniel bisa ada di sana? Untuk apa Daniel sembunyi di properti keluarga suamiku?"Pertanyaan-pertanyaan itu langsung memicu perang batin di dalam kepala A

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 121

    Guyuran air hangat yang membasahi tubuh telanjangnya justru membuat Ayu merasa semakin gerah dan bergairah. Di dalam benak Ayu, tergambar dengan sangat jelas wajah kaku Rangga semalam yang sedang berada di atas tubuhnya. Bayangan sentuhan tangan Rangga yang meremas bagian depan dan belakangnya terasa begitu nyata."Rangga... ahh... fffh... Rangga..." Ayu terus menyebut nama suaminya di antara desahan napasnya yang semakin memburu. Jari-jarinya di bawah sana bergerak semakin liar dan menekan sudut-sudut terdalam yang paling sensitif.Hasrat yang semakin besar dan tak terbendung membuat Ayu semakin menggila di dalam kamar mandi. Rasa tanggung karena berdiri membuatnya tidak puas. Ayu bergerak dengan napas terengah-engah, lalu memutar keran untuk mematikan shower. Suasana kamar mandi mendadak menjadi hening, hanya menyisakan suara deru napas Ayu yang berat.Ayu kemudian duduk di atas lantai kamar mandi yang basah dan licin. Ia bersandar pada dinding keramik, lalu mengangkat kedua kakinya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab120

    Ayu masih berdiri mematung di samping meja makan. Pandangannya kosong, menatap pintu depan yang baru saja tertutup rapat setelah Rangga pergi. Jantungnya berdegup dengan ritme yang tidak beraturan.Rangga terasa seperti sosok yang sama sekali berbeda dari suami yang ia kenal selama ini. Biasanya Rangga adalah pria yang kaku, monoton, dan membosankan. Namun hari ini, ketenangannya, bentakannya yang berwibawa, hingga cara ia mencengkeram bahu Ayu terasa begitu dominan. Tanpa sadar, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ayu merasakan percikan perasaan terpesona dengan sikap Rangga kali ini. Pria itu tampak begitu jantan dan memegang kendali penuh.Ayu menoleh ke arah meja, melihat secarik kertas kecil yang ditinggalkan Rangga. Ia melangkah pelan, lalu mengambil kertas itu. Pikirannya langsung berkecamuk hebat.Kenapa aku jadi ragu begini? tanya Ayu dalam hatinya, menatap tulisan tangan Rangga yang rapi. Daniel melarikan diri seperti seorang pengecut. Ia memblokir nomorku dan meningga

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 119

    Ayu mencoba mengabaikan kata-kata Rangga. Ia memalingkan wajah dan memilih fokus ke layar ponselnya. Dengan jari yang gemetar, Ayu mencoba mengetik dan mengirim beberapa pesan teks ke Daniel, menuntut kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi.Namun, tiba-tiba Rangga berkata lagi, "Ia tidak akan membalas pesanmu, dan aku juga sangat yakin ia tidak akan pernah menghubungimu lagi, apalagi memberitahukan keberadaannya."Ayu langsung mendongak, menatap Rangga dengan pandangan tidak percaya. "Apa maksudmu, Rangga?"Rangga tidak menjawab. Ia hanya menatap Ayu dengan pandangan mata yang kosong dan dingin."Apa yang telah kamu lakukan dengan Daniel, Rangga?!" cecar Ayu, suaranya mulai meninggi karena rasa panik yang merayap naik."Tenang, Ayu. Aku tidak melakukan apa-apa kepada kekasihmu, setidaknya untuk saat ini," jawab Rangga, nadanya sangat santai seolah sedang membicarakan hal yang sepele.Ayu merasa emosinya mulai tersulut oleh sikap meremehkan dari suaminya. "Jangan main-main kamu, Ra

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 118

    Ketika Rangga melangkah pergi menuju balkon dan menutup pintu kaca di belakangnya, pikiran Ayu mulai rancu. Ruang dapur itu mendadak terasa begitu luas sekaligus menghimpit secara bersamaan. Di dalam dirinya, perasaan malu, bersalah, dan rasa hina karena rekaman video itu bercampur aduk menjadi satu. Ia menatap layar ponselnya yang tergeletak di meja, lalu menatap bungkusan makanan yang dibawa Rangga.Namun, di tengah kepungan rasa bersalah itu, ego Ayu menolak untuk hancur sepenuhnya. Ia mulai memutar otak, mencoba mencari pembenaran atas semua kelakuan liarnya di Bali."Enggak," bisik Ayu pada dirinya sendiri, jemarinya mencengkeram erat tali kimono satinnya. "Aku enggak boleh kalah begitu saja. Aku begini juga karena ia!"Bayangan tentang Roselyn mendadak melintas di kepalanya. Rasa sakit hati yang ia pendam selama berbulan-bulan, rasa terhina karena suaminya berselingkuh dengan seorang transgender, kembali membakar dadanya. Ayu merasa ini adalah momen serangan balik yang tepat. Ra

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 102

    "Ya. Aku ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari sekadar hubungan badan biasa. Aku ingin merasa benar-benar diinginkan oleh lebih dari satu orang pada saat yang sama. Aku ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku punya kendali penuh atas tubuhku, dan aku bisa mendapatkan apa pun yang aku m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 98

    Ayu perlahan mundur, menarik diri dari celah batu sebelum pasangan itu sadar. Daniel membimbingnya menjauh, kembali ke balik batu karang besar tempat mereka bersembunyi di awal.Ayu menyandarkan punggungnya ke dinding karang yang kasar dan hangat. Kakinya terasa lemas. Wajahnya merah padam, sementa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 95

    Matahari Bali bersinar terik tepat di atas kepala. Langit biru bersih tanpa awan membentang luas, menyatu dengan garis cakrawala laut yang berkilauan. Deburan ombak terdengar ritmis, memecah kesunyian di antara langkah kaki dua orang manusia yang sedang berjalan menyusuri pasir putih.Ayu berjalan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 92

    'Monster', batin Ayu, antara kagum dan ngeri. Orang ini terbuat dari apa?Pikirannya langsung membandingkan Daniel dengan Rangga. Suaminya itu, jika sudah keluar sekali, pasti langsung menarik selimut dan tidur memunggungi Ayu. Tapi Daniel? Pria ini seolah memiliki tangki bahan bakar yang tak ada h

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status