"Curang..." desah Ayu, bibirnya basah dan merah, bengkak karena ciuman dan aktivitas barusan. "Aku belum selesai bikin kamu nyerah.""Kamu bahaya, Yu," Daniel menatapnya tajam, napasnya memburu. "Kamu hampir bikin aku meledak dalam dua menit. Tapi aku mau keluar di dalam kamu. Aku mau kamu ngerasain semuanya."Tanpa basa-basi, Daniel menarik lengan Ayu. Ia tidak membiarkan Ayu bangun sepenuhnya. Ia menarik tubuh Ayu hingga ke tepi sofa."Baring telentang," perintah Daniel.Ayu menurut. Ia merebahkan punggungnya di bantalan sofa yang empuk. Daniel meraih kedua kaki jenjang Ayu, mengangkatnya tinggi-tinggi, lalu meletakkannya di atas bahu kekarnya sendiri. Posisi ini membuat pinggul Ayu terangkat tinggi, memamerkan kewanitaannya yang sudah sangat basah, merah merekah, dan berkedut menantikan sentuhan."Liat betapa basahnya kamu buat aku," Daniel mengusap lipatan paha Ayu yang licin oleh cairan surgawi. "Rangga nggak pernah bikin kamu banjir kayak gini, kan?""Diam... masukin aja, Daniel
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-05 อ่านเพิ่มเติม