Pernyataan Lidya tanpa sadar membuat Evelyn tersentak. Untungnya dia sudah terbiasa menjaga tingkah lakunya dengan baik. Meski begitu, tetap saja perasaan yang dikeluarkan Evelyn sangat kentara di mata Lidya. “Aku tidak akan bertele-tele lagi,” ujar Lidya dengan wajah datar. “Dalam waktu dekat, berhentilah menjadi chef pribadi Ernest.” Evelyn yang berusaha menyembunyikan gemetar di tangannya, kini membeku dan menatap Lidya dengan mata terbuka lebar. Evelyn terbata-bata, “Apa–apa maksudmu, Nyonya?” “Kenapa kamu terlihat bodoh sekarang?” Lidya mengerutkan kening dengan tidak senang. “Meskipun kamu bekerja untuk Ernest, aku adalah orang yang pertama kali merekomendasikanmu. Aku juga yang mengizinkanmu tinggal di sini.” “Dengan fakta itu saja, cukup bagiku untuk memiliki alasan mengeluarkanmu dari rumah ini.” Evelyn memandang dengan kerutan kening yang dalam. Sekarang Evelyn merasa Lidya benar-benar menjadikannya musuh. “Nyonya Lidya, bahkan meskipun Anda menebak dengan benar hubun
Read more