Seperti yang diduga oleh Sira, wajah dingin Ernest retak sesaat. Dia memang akan luluh saat melihat wanitanya menangis. Namun, Sira tidak tahu bahwa Kevin merasa kasihan pada wanita yang menangis bukan karena dia merasa iba, tetapi lebih ke arah egonya sebagai pria yang merasa superior atas wanita itu. Maka dari itu, saat Sira menunjukkan wajah menangis, Kevin harus membujuknya karena merasa bahwa tanpa bujukannya, Sira tidak akan bisa mengembalikan keceriaannya. Seolah-olah dia adalah pahlawan untuk Sira. “Itu hanya salah paham, Sira,” kata Kevin menenangkan sambil berjalan mendekat ke arah Sira lalu mengelus kepalanya. “Dia selalu merayuku sehingga Aku terkecoh dan membuatnya berhasil seperti tadi.” “Benarkah begitu?” tanya Sira memastikan dengan matanya yang tajam, menuntut kejujuran dari tunangannya sendiri. Kevin dengan sabar sekaligus kesal berusaha menenangkan dengan kalimat yang telah dia susun di kepala, “Apakah aku orang seperti itu di matamu? Kamu tahu aku bukanlah la
Última atualização : 2025-12-07 Ler mais