Adrian tetap fokus menyetir. Tangannya mantap di setir, pandangannya lurus ke depan, seolah jalanan di hadapannya adalah satu-satunya hal yang ingin ia lihat. Mobil melaju dengan kecepatan stabil, nyaris tanpa suara selain dengungan mesin dan gesekan ban di aspal.Aku menghela napas pelan,Kepalaku terasa penuh. Bukan karena lelah, tapi karena terlalu banyak pikiran yang saling tumpang tindih. Duduk di samping Adrian menghadirkan rasa canggung yang sulit kujelaskan.bukan tidak nyaman, tapi juga jauh dari tenang. Akhirnya aku memutuskan memejamkan mata, bukan untuk tidur, hanya ingin berhenti memandang pepohonan yang sejak tadi menjadi pemandangan utama jalanan ini.“Kalau pusing, bilang,” ucap Adrian tiba-tiba, suaranya rendah.“Aku tidak tidur,” jawabku tanpa membuka mata. “Hanya menutup mata saja.”“Hm.”Itu saja tanggapannya.Keheningan kembali turun, tapi kali ini terasa berbeda. Dalam gelap, pikiranku justru bekerja lebih aktif. Wajah Dharma terlintas, ucapannya tentang kejujuran,
Dernière mise à jour : 2025-12-21 Read More