Si pelayan laki-laki itu pergi dengan kepala yang tertunduk juga sunyi, tak menggangu lebih lanjut. Kini hanya ada Cassian dan Seth saling menunggu untuk bicara, sampai akhirnya ular putih itu berujar. "Bagaimana dengan menyamar sebagai seorang pelayan perempuan?" kata Seth melaju ke atas meja. Ular putih itu melahap roti yang tergeletak di piring. Desisnya keluar bersama suara mulut yang menelan pelan. Sedangkan masih di kursi itu, Cassian mengetuk meja dengan telunjuknya, kepalanya berputar penuh rencana yang dipilah sebaik-baiknya. Mungkin ada satu pilihan mantap yang ingin ia ajukan sedari tadi. Tapi apa yang Seth ucapkan cukup menarik untuk didengar. "Kau pikir hal itu akan berhasil?" tanyanya dengan tak yakin, Cassian tak meragukan ide Seth, tapi yang ia ragukan adalah kemampuan dirinya sendiri untuk bersandiwara. Ia diam kembali beberapa saat seraya meletakkan dua belati yang telah diasah apik di atas meja. Telinga Cassian bergetar, penyebabnya adalah suara dua orang
Dernière mise à jour : 2025-12-14 Read More