Sementara itu, Celina yang berada dirumah kosnya selalu menangis setelah mengetahui bahwa Sofian sudah meninggal.Selama itu pula, wanita itu tidak pernah keluar.Ia lebih memilih mengurung diri dikamar kosnya tersebut.Ingin rasanya ia mendatangi rumah keluarga Sofian, dan meminta maaf atas semua yang sudah terjadi.Apalagi ia meyakini, kalau kecelakaan yang dialami oleh Sofian adalah dihari yang sama, saat laki-laki itu pergi membawa kemarahan terhadapnya dan juga keluarganya.Tapi, Celina sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk bertemu dengan keluarga mantan kekasihnya itu. Terutama Cantika, Ibu kandung Sofian sendiri.Perempuan cantik itu hanya meringkuk diatas tempat tidurnya, sambil terus menerus memanggil nama Sofian dengan air mata yang berlinang."Mas Sofian... Mas Sofian, maafkan aku! Kalau saja aku bisa menahan nafsuku, mungkin kamu tidak akan marah-marah, dan musibah ini tidak akan menimpamu! Maafkan aku, Mas! Hiks... Hiks... Hiks... " Celina terus meratapi mantan kek
Read more