LOGINLaras diceraikan oleh suaminya yang bernama Sofian, karena laki-laki itu tidak pernah mencintainya. Ia memilih kembali pada mantan kekasih yang dulu sempat meninggalkannya. Namun setelah perpisahan itu, Sofian justru dihantui oleh kenangan tentang kelembutan, kesabaran, dan perhatian Laras yang tulus. Sementara Laras sendiri berjuang untuk menata hidupnya dari awal, tapi tak disangka jika takdir akan mempertemukan mereka kembali... Apakah cinta yang pernah disia-siakan masih bisa hidup untuk kedua kalinya?
View MoreSaat sedang diperjalanan, Sofian merasa tenggorokannya sangat kering, dan ia berniat membeli air mineral diminimarket yang ada diseberang jalan.Saat dirinya menyebrang dan posisinya berada ditengah jalan, Sofian melihat seseorang yang baru saja keluar dari minimarket tersebut. Sehingga ia mempercepat langkahnya agar segera sampai. Karena ia ingin menemui orang yang berada diseberang sana.Dengan langkah pelan ia menghampiri seorang wanita yang sedang sibuk memasukkan barang belanjaannya kedalam mobil pribadinya tersebut.Sofian memperhatikan perempuan itu dari belakang, kemudian ia memanggilnya dengan suara rendah."Hilda!"Mendengar seseorang memanggil namanya, perempuan itupun membalikkan badan dan menatap kearah Sofian.Dan alangkah terkejutnya sahabat Laras itu, saat melihat sosok Sofian sudah berdiri dibelakangnya.Hampir saja perempuan itu berteriak kencang ditempat itu, kalau saja telapak tangan Sofian tidak lebih dulu membekap mulutnya."Hey..hey...kamu nggak usah teriak disi
Setelah melaksakan sholat isya. Sofian merasakan hatinya sedikit lebih tenang.Namun ia sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya saat ini.Pria paruh baya yang bertemu dengannya tadi pun selalu memperhatikan dirinya dari jarak beberapa langkah.Tidak lama kemudian, pria itu bangun dan mendekat kearah tempat duduk Sofian.Saat melihat laki-laki yang berumur lebih tua dari Papanya itu, Sofian berusaha tersenyum.Dan disambut dengan senyuman hangat dari laki-laki itu.Setelah pria paruh baya itu dekat dengan Sofian, ia duduk dihadapan laki-laki tampan tersebut."Nak, maaf jika Bapak sedikit ingin bertanya? Masalah apakah yang sedang kamu hadapi, karena dari tadi Bapak perhatikan, kamu terlihat seperti orang yang sedang banyak fikiran?" tanya pria paruh baya itu, sambil menatap pada Sofian.Sofian mengangkat wajahnya, dan membalas tatapan laki-laki itu."Saya sedang mendapatkan sebuah karma, Pak! Dari kesalahan yang telah pernah saya perbuat." ujar Sofian sambil meraup wajahnya den
Sofian mengambil pakaian dan handuk kecil yang ada ditangan Laras, kemudian ia melemparnya diatas tempat tidur, tepat disamping perempuan cantik itu.Ia menarik tangan kiri gadis tersebut, membuat wanita bertubuh semampai itu terkejut, dan menatap padanya."Mas." ujar perempuan berhidung mancung itu, dengan suara tertahan.Sofian memegang tangan Laras dan memperhatikan cincin berlian yang saat ini ada ditangan wanita itu, dengan perasaan campur aduk.Rahangnya mengeras, dan bola matanya kembali berkaca-kaca.Baru saja ia merasakan sedikit kebahagiaan dengan sikap Laras yang memeluknya dengan kasih sayang.Tapi sekarang...Saat melihat cincin berlian yang menghiasi jari tangan wanita itu, perasaan Sofian bagaikan dihempas begitu saja. Hancur berkeping-keping.Pria itu sadar, bahwa cincin yang ada ditangan Laras saat ini bukanlah cincin biasa.Cincin itu adalah sebuah cincin pertunangan, yang diberikan oleh seseorang kepada perempuan yang namanya masih terus menghiasi hatinya tersebut.
Dengan terangnya ruangan yang ada didalam kamar tersebut, Laras bisa melihat dengan jelas bahwa yang sedang terbaring disampingnya itu adalah Sofian.Pria itu pun merasa sedikit kaget saat melihat Laras. Namun kemudian raut wajahnya terlihat biasa saja.Berbeda dengan Laras. Bola mata wanita itu terbelalak lebar dan dari mulutnya keluar suara teriakan yang keras."Aaaa... Hantuuu..."Perempuan itu segera bangun dan meringsut turun dari tempat tidur, bahkan ia berusaha lari kearah pintu.Namun dengan cepat Sofian bangun dan menangkap pergelangan tangan wanita itu.Perbuatan Sofian tersebut membuat Laras semakin ketakutan.Ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sofian, tapi yang ada malah tubuhnya terlihat lemah dan tidak bertenaga.Akhirnya Laras ambruk disisi tempat tidur. Dan menangis terisak-isak.Sofian hanya menatap mantan istrinya itu dengan raut wajah kebingungan."Pergi Mas, tolong jangan ganggu aku! Aku tau kalau aku bersalah karena telah berani menempati kamarmu ini
Laras menarik nafas dalam-dalam. Rasa sesak akibat perlakuan suaminya masih terasa menghimpit dada.Kemudian ia menghembuskan nafasnya lewat mulut, untuk menetralkan degup jantungnya yang terasa begitu kencang.Laras kembali membuka mulutnya, dan bertanya pada Mama mertuanya yang masih setia menung
Laras yang sedang menyiram tanaman dipekarangan rumah, melihat suaminya pulang dengan raut wajah bahagia.Ia pun mematikan keran air dan menghentikan pekerjaannya, dengan senyum menghiasi bibirnya yang berwarna pink tersebut, Laras mendekati Sofian yang baru saja turun dari mobil miliknya."Mas sud
"Maaf Mbak! Mbak tidak apa-apa, kan? Saya minta maaf ya Mbak? Tadi saya sama sekali tidak melihat Mbak karena saya sedang terburu-buru!" ujar Sofian sambil berjongkok didepan wanita yang sedang meringis tersebut.Wajah wanita itu sama sekali tidak terlihat oleh Sofian. Karena selain menunduk, wajah
"Maaf Mas! Sebenarnya semua baju kerjamu itu sudah aku setrika, tapi Kenapa bisa kusut lagi seperti ini, ya?" tanya Laras menatap Sofian. Sedangkan laki-laki itu semakin mendekat kearahnya, mengikis jarak diantara mereka berdua."Aku tidak tau! Kenapa kamu bertanya padaku? Bukannya kamu yang terlal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.