SETELAH AKU KAU MILIKI - 44 Tidak Tahu MaluYesi yang duduk di balik kemudi sontak tersentak, padahal dia sudah hendak pergi. Ponselnya hampir terlepas dari genggaman. "Naima!" Wanita itu terkejut. Tidak mengira Naima akan memergokinya. Wajah Yesi pias karena ketahuan. Padahal tadi orang suruhannya bilang kalau Naima masih menjemput Zahra di sekolah. Seharusnya ia langsung pergi saja, tapi terlambat.Naima menatapnya tajam. "Turun! Untuk apa kamu di sini?" suara Naima dingin.Yesi tersenyum menutupi kegugupannya. "Hai, nggak nyangka ketemu kamu di sini, Nai. Eh, kamu tinggal di sini, ya? Aku ada pekerjaan di Pare." Ia berpura-pura.Naima menarik napas sejenak, menekan amarah dan dada yang sesak. Tidak. Ia tak boleh meledak di tempat terbuka. Ia harus menjauhkan Yesi dari sini, dari orang-orang lewat, dari teman-temannya di toko dan Zahra yang mungkin bisa melihat. Perlahan suaranya berubah lembut. "Ya, aku tinggal di sini. Kebetulan ketemu kamu, ada yang ingin kuomongin sama kamu.""
Terakhir Diperbarui : 2025-11-10 Baca selengkapnya