"Mbak, Mas Dewa sudah nggak ada di rumah. Sepertinya sudah berangkat ke Surabaya," kata Mbak Siti pada Naima sambil membawa kembali goodie bag berisi nasi dan kue yang akan diberikan pada Dewa. "Oh, ya sudah, Mbak."Menjelang jam mengaji, anak-anak sudah buyar. Zahra dan Aurel pulang sambil membawa banyak kado. Selain dari papanya, arena ada titipan kado dari Ezar, Aprilia, dan Mak Tam.Aurel ikut Zahra mengaji di antarkan Emir. Setelah itu ia kembali ke rumah dan ngobrol dengan istrinya."Astaghfirullah, benarkah itu, Mas?" Naima kaget mendengar cerita tentang Yesi. Tubuhnya sampai merinding. "Syukurlah, Mas lolos malam itu." Mata Naima berembun. Emir merangkul bahunya. Saat itu mereka duduk di ruang tamu."Sayang, makasih banyak. Ini juga karena doamu untuk Mas." Emir mengecup kening istrinya. Naima melingkarkan lengan di pinggang sang suami. Mereka saling pandang untuk beberapa lama. Naima tidak ingin tahu banyak, apa yang terjadi dengan pernikahan kilat mereka setelah kejadian. B
Terakhir Diperbarui : 2025-11-19 Baca selengkapnya