Aaron pikir semuanya akan baik-baik saja setelah malam itu, tapi nyatanya tidak. Sherry, perlahan menjauh darinya. Seperti pagi ini, di meja sarapan.“Pagi, Sherry.”Aaron menyapa karena setelah malam itu, baru kali ini bisa berduaan dengan Sherry.“Pagi.”Sherry menjawab singkat, dan... hening.Suara sendok dan piring jadi pengisi. Aaron mencoba berbasa-basi lagi, karena Sherry benar-benar pendiam setelah kejadian malam itu.“Kamu ada kelas jam berapa?”“Jam sembilan.”Sherry menjawab pendek, sehingga Aaron semakin frustasi.“Di kampus?” tanya Aaron, yang dibalas Sherry dengan anggukan.“Iya.”Hanya itu. Tak ada cerita lanjutan, tak ada celoteh seperti dulu, bahkan Sherry tak menatap wajahnya sama sekali. Itu membuat dada Aaron sesak sampai Aaron menahan napas. “Sherry, kita bisa ngobrol nanti malam?” tanyanya, pelan.“Aku ada tugas.”Penolakan langsung datang dari mulut Sherry, sehingga Aaron menghela napas panjang.“Kamu selalu ada tugas beberapa hari terakhir, tidak biasanya?"“
Terakhir Diperbarui : 2026-02-15 Baca selengkapnya