"Tidak, tidak apa-apa, kamu tidak salah, Kak," potongku dengan air mata yang nyaris jatuh. "Kak Aaron...."Aku pun memeluknya erat, menahan tubuhnya yang berat dan rapuh, kontras dengan sosok tenang yang selalu kuandalkan."Sherry, maaf, tadi aku benar-benar...." “Diam,” kataku pelan, suaraku bergetar tapi pasti. “Nanti saja. Sekarang aku yang jaga kamu, Kak.” Dan di ruang tamu yang tadi penuh prasangka, aku hanya memikirkan satu hal, siapa yang berani melakukan ini padanya, dan apa yang sebenarnya terjadi malam ini.Yang tadi dimasukkan ke minumannya... bukan racun, kan?!Aku tiba-tiba sangat panik sehingga berdiri, hendak mengambil ponsel untuk menelepon dokter agar memeriksa Aaron, tapi Aaron menahan tanganku sambil mengangkat wajahnya sedikit, napasnya berat. “Sherry… aku mau ke kamar,” ucapnya lirih, hampir terdengar seperti permintaan maaf."Bisakah kamu mengantarkan aku ke kamar? kepalaku rasanya seperti berputar-putar...." “Iya, Kak. Ayo aku antar ke kamar, ” jawabku c
Last Updated : 2026-02-07 Read more