Pesta perlahan mencapai puncak kebosanannya. Di tengah riuhnya denting gelas dan tawa artifisial, Nathan mencondongkan tubuhnya, membisikkan sesuatu di telinga Nadine yang langsung membuat wanita itu tersenyum tipis. "Bosan, Nyonya Aaron?" tanya Nathan, suaranya pelan menyapu telinga Nadine. "Sangat," desah Nadine. "Topeng-topeng mereka mulai membuatku muak. Udara di sini terasa beracun." "Kalau begitu, mari kita tinggalkan sirkus ini. Singgasananya bisa menunggu besok." Tanpa pamit pada para tamu elit yang masih sibuk mencari muka, Nathan menggandeng tangan Nadine, membawanya keluar melalui pintu rahasia menuju *penthouse* eksklusif di lantai teratas hotel. Pintu kayu mahoni berdebum pelan tertutup di belakang mereka, memutus seluruh kebisingan dunia luar dan menyisakan kesunyian yang damai. "Akhirnya, udara bersih," ucap Nadine sambil menghela napas panjang. "Duduklah di sofa," titah Nathan dengan nada lembut yang tak pernah didengar oleh siapa pun selain Nadine. "Gaunku terl
Baca selengkapnya