"Aku tidak se sabar itu," tandas Aaron, menatap Maria dengan ekspresi malas.Maria tampak benar-benar terpaku, beberapa detik berlalu tanpa suara. Seolah kata-kata Aaron barusan belum sepenuhnya diproses oleh pikirannya. “Kamu pikir keluargamu sekuat apa?” “Aku bahkan bisa menghancurkannya sekarang juga.” Wajah Maria sempat kehilangan warna saat mendengar ancaman Aaron tersebut. Namun hanya sebentar, karena keangkuhan yang selama ini ia banggakan kembali muncul.Maria perlahan mengangkat dagunya, matanya menatap Aaron dengan rasa meremehkan yang jelas, lalu ia tertawa pendek. “Benarkah?” tanyanya. Nada suaranya terdengar mengejek. “Aaron, kamu benar-benar pandai berbicara," balasnya sambil menyilangkan tangan di dada. “Namun kamu sepertinya lupa satu hal.” Aaron tidak menjawab dan Maria melanjutkan dengan nada dingin. “Perusahaan ini.” Ia menoleh sebentar ke sekeliling ruangan, lalu kembali menatap Aaron. “Tidak akan pernah berdiri tanpa investasi ayahku.” Drake yang dudu
Last Updated : 2026-03-09 Read more