"Apa maksudmu, Claire?" Suara Aaron terdengar berat, serak oleh kelelahan dan sisa-sisa kemarahan yang belum sepenuhnya padam. Ia menatap wanita di depannya dengan dahi berkerut dalam. Setelah semua yang terjadi—pengusiran itu, kata-kata kasar yang ia lontarkan, dan jarak yang ia ciptakan—kehadiran Claire di ruang kerjanya pada jam tiga pagi terasa seperti anomali."Begini, Aaron...." Claire menarik napas panjang, mencoba menstabilkan debar jantungnya, sebelum kemudian melanjutkan ucapannya."Aku tahu bagaimana cara membuat Sherry kembali padamu, Aaron. Bukan sebagai tawanan, bukan sebagai sandera yang ketakutan, tapi sebagai wanita yang sadar bahwa ia tidak bisa melihatmu bersama orang lain. Kamu paham maksudku, kan?" Aaron mendengus sinis, matanya menyipit penuh selidik, lalu menjawab dengan nada sarkastik."Kamu bicara seolah ini adalah drama remaja, Claire. Ini masalah hidup dan mati. Ini tentang Rhodes yang mencoba menjual putrinya pada Jayden untuk menyelamatkan kerajaan b
Baca selengkapnya