Tangis Clara meledak. Ia jatuh dari kursinya, bersimpuh di atas karpet Persia di bawah kaki Nathan. "Kumohon, Nathan! Kumohon, selamatkan dia! Aku akan melakukan apa saja!" Nathan mengabaikan Clara, pandangannya beralih pada Bianca yang kini bernapas dengan tersengal-sengal. "Dan pacar kecilmu, Leo," seringai Nathan semakin lebar menatap Bianca. "Dia pikir dia sangat pintar karena berhasil mendapatkan suntikan dana investasi sebesar sepuluh juta dolar dari perusahaan anonim. Dia tidak tahu bahwa perusahaan itu milikku. Dan pagi ini, aku baru saja mencabut seluruh pendanaan itu karena 'pelanggaran kontrak', meninggalkannya dengan tumpukan utang berbunga gila yang tak akan bisa ia lunasi sampai tujuh keturunan. Saat ini, dia sedang berdiri di atas jembatan tol, mempertimbangkan untuk melompat." "TIDAK! Nathan, kau iblis! Biarkan kami pergi!" Bianca berteriak histeris, berusaha bangkit untuk menyerang Nathan, namun kakinya terlalu lemas hingga ia kembali terjerembab ke kursinya.
Read More