Mag-log inRion dulu anak yang sangat manis dan penurut, tapi sejak Valerie, ibunya meninggal dalam kecelakaan, Rion tiba-tiba menjadi anak yang pembangkang dan suka membuat masalah, mungkin karena kehilangan orang terdekatnya membuat remaja itu menjadi sangat terguncang dan menyebabkan banyak masalah. Sejak masuk SMA, beberapa sekolah bahkan sudah angkat tangan dengan ulah Rion, Kayden sudah mencoba memasukkan putranya itu ke asrama, tapi kenakalan Rion malah semakin menjadi-jadi. Akhirnya saat kenaikan kelas 2, Rion dipindahkan ke sekolah yang sama dengan Dita putri Kylo, Kayden berharap jika Rion melihat sepupunya yang berprestasi, dia mungkin akan berubah. Namun, harapan setipis benang itu lagi-lagi kandas begitu saja. Rion, bukannya berubah, malah menjadi seorang playboy! Kayden benar-benar sudah menyerah untuk mendidik Rion, dia juga menderita kehilangan Valerie, dan Rion membuat kepalanya makin pusing saja! Kayden yang sudah tak sanggup lagi merawat anak, akhirnya menyarankan se
"Entahlah, kalo anakku besar dan aku nggak bisa ada di sampingnya, tolong rawat dia, ya, Ky," ucap Kayden, menoleh ke arah Kylo. "Udahlah, jangan ngomong yang enggak-enggak. Bayimu saja belum lahir. Omong-omong kamu udah baikan dengan Valerie, kan?" Kylo yang tak suka melihat Kayden membicarakan kematian, mengalihkan pembicaraan. Kayden hanya mengendikkan bahu dan menjawab malas-malasan. "Entahlah. Aku sudah hendak menceraikan dirinya waktu itu tapi dia malah hamil, hubungan kami sekarang benar-benar nggak ada rasanya, aku juga jarang pulang." Kylo yang tak ingin pernikahan kakaknya dan Valerie semakin hancur, akhirnya memutuskan untuk menasehati sang kakak. "Kay, dia istrimu. Dan dia sekarang mengandung benihmu. Gimana pun masa lalunya, bukankah dia udah berubah? Coba sekali-kali berikan dia perhatian sebagai seorang suami. Sampai kapan kalian akan terus seperti ini? Gimana caranya kalian merawat anak kalo hubungan kalian dingin seperti itu? Kasihan anakmu besok, Kay,"
"Minus, minus! Kenapa setiap bulan pemasukan perusahaan semakin minus?! Belum banyak sekali yang milih mengundurkan diri dan gabung dengan perusahaan Kylo, ada apa ini?!" Nyonya Jane mencak-mencak saat selama beberapa bulan terakhir, pendapatan perusahaan semakin minus dan terus berkurang. Semenjak Kylo pergi dari perusahaan dan rumah mereka, karma dan kemalangan satu persatu menghampiri keluarga nyonya Jane, dari mulai ditipu besar besaran, mundurnya banyak pegawai kompeten dan terpaan masalah lain yang membuat perusahaan besar yang dia banggakan terguncang dan terancam gulung tikar. Berbeda dengan perusahaan Kylo yang semakin hari semakin menunjukkan taringnya di dunia bisnis. Kayden yang mendengar itu, menjawab santai. "Nek, nenek bertanya kenapa padahal sudah tahu alasannya gimana. Tentu saja mereka sudah nggak percaya lagi kerja di perusahaan kita karena perusahaan ini sudah hampir bangkrut." "Kamu... kamu ngomong apa, Kayden?! Bangkrut, itu nggak mungkin! Ini adalah bisnis
"Aku nggak khawatir tentang itu, Ky. Aku cuma khawatir gimana keadaanmu sekarang. Kamu nggak papa, kan?" tanya Trivia dengan ekspresi prihatin, takut jika suaminya itu terguncang karena telah mengambil keputusan yang sangat ekstrim seperti tadi. Kylo malah tersenyum sangat lebar mendengar pertanyaan dari Trivia tersebut, dia segera menggeleng dan menjawab. "Iya. Aku nggak papa. Santai aja. Aku benar-benar nggak pernah sebahagia ini sebelumnya. Aku merasa bebas untuk pertama kalinya, Trivi. Sungguh." Jawaban itu membuat Trivia seketika merasa sangat lega. Dia pun balas tersenyum dan menjawab. "Kamu sangat baik, Ky. Aku... aku benar-benar kagum melihatmu." Kylo mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Trivia, menggeleng atas pujian Trivia yang mengatakan kalau dia sangat baik. "No. Kamulah yang membuat aku kuat, Trivi. Gara-gara kamu aku berani mengambil keputusan seperti ini. Jadi kamu yang lebih pantas kukagumi," elak Kylo sambil tersenyum manis dan menggenggam erat tanga
"Kylo!" Kayden buru-buru mengejar Kylo yang sudah hendak masuk mobil bersama istrinya dan menghentikan langkah adik tirinya tersebut. Kylo menyuruh Trivia untuk masuk mobil lebih dulu dan duduk dengan tenang di sana, karena khawatir jika berdiri terlalu lama, istrinya yang sedang hamil itu akan merasa kelelahan. Setelah memastikan istrinya duduk nyaman di dalam mobil, Kylo menutup pintu dan berbalik menghadap ke arah Kayden yang berdiri di belakangnya dan menunggu. "Ada apa, Kay?" tanya Kylo dengan suara dingin. Kayden menyugar rambutnya dengan gelisah lalu berkata tergesa-gesa kepada Kylo, adik tirinya. "Aku udah denger semuanya dari nenek dan ibu. Kamu... kamu mundur dari jabatan CEO dan menolak untuk memenangkan kompetisi? Kenapa kamu tiba-tiba ngelakuin semua itu, Ky?" Kylo mengangguk tegas atas pertanyaan Kayden dan menjawab dengan suara mantap dan tatapan sedikit menyindir. "Ya, Kay. Semua kekayaan keluargamu, sekarang jadi milikmu seorang. Aku juga nggak bakal n
Nyonya Jane tampak berusaha menenangkan Victoria, padahal Kylo bisa melihat dengan jelas senyum licik yang tercetak di bibir keriput wanita tua itu, membuat perutnya mual sehingga dia pun mengalihkan pandangan. Victoria yang sudah tersulut amarah, mulai meledak seperti biasa. "Dia semakin hari semakin ngelunjak saja sekarang, Bu! Lihatlah, anak tak tahu diri ini bahkan dengan sombongnya menolak hotel bintang lima itu. Kamu melakukan ini karena ingin mengolok-olok Kayden, kan?! Hanya karena istrimu yang lebih dulu hamil, jangan sombong kamu! Sadar diri di mana posisimu! Kamu itu di bawah Kayden! Selamanya di bawah Kayden!" Kylo mengepalkan tangannya erat-erat mendengar penghinaan yang keluar dari mulut Victoria, Trivia yang duduk di sampingnya, langsung menggenggam tangan Kylo untuk menenangkan dirinya. Kylo tersenyum dingin dan menjawab dengan suara sopan. "Terima kasih sudah mengingatkan posisi saya, Nyonya Victoria. Ini semakin menguatkan keputusan saya, yang tadinya mau







