Otak Dio terasa lumpuh. Bagaimana bisa? Bukankah Rasya Pradana seharusnya berada di Paris? Mengapa pria ini tiba-tiba sudah berada di dalam kamar tidurnya?!Senyum miring yang kejam terbit di bibir Rasya, seolah mampu membaca seluruh isi kepala pria menyedihkan di hadapannya.Dio tidak tahu, bahwa belasan jam yang lalu di Paris, nasibnya telah disegel oleh predator puncak ibu kota.Saat Rasya menghubungi Damar kemarin, sang sahabat tidak hanya menemukan blind spot di basement, tetapi juga mengenali sejarah rumah itu."Aku tahu rumah ini, Sya," ucap Damar. "Ini milik kenalan lama ayahku. Pintu masuk ruang rahasia itu bukan di bawah, melainkan tersembunyi di balik walk-in closet kamar utama. Ada apa sebenarnya?"Alih-alih menjawab pertanyaan Damar, Rasya hanya membalas singkat, "Nanti aku jelaskan. Waktuku tidak banyak, Damar."Detik itu juga, Rasya merasa harus mengeksekusi Dio dengan tangannya sendiri, namun ia tidak akan pernah meninggalkan
Read more