Gabby menatap lekat wajah Alessia, memperhatikan setiap gerakan kecil sahabatnya itu—cara Alessia mengunyah, menahan tawa, hingga cara matanya sesekali melirik ke samping seolah menghindari sesuatu.Alessia duduk di hadapannya di restoran fast-food favorit Gabby, burger besar sudah setengah habis, sementara hiasan lampu neon mall memantul di meja metalik mereka.Suasana mall siang itu cukup ramai. Suara langkah orang-orang, musik pop dari speaker lantai dua, serta aroma waffel dan kopi dari tenant terdekat bercampur menjadi satu.Mereka sudah beberapa jam berjalan-jalan, mencoba pakaian, mencoba parfum, hingga sekadar melihat-lihat aksesori seperti dua sahabat yang menikmati hari tanpa beban.“Ada apa lagi?” tanya Alessia sambil menyeka sudut bibirnya dengan tisu.Dia menyipitkan mata menatap Gabby yang dari tadi memperhatikannya dengan tatapan ada sesuatu.Gabby terkekeh pelan lalu menyandarkan siku pada meja, dagunya bertumpu di telapak tangan.“Aku jadi kepikiran ucapanmu dulu. Yan
Last Updated : 2025-11-26 Read more