"Benarkah? Itu akan sangat bagus," puji Elena. Selepas menghabiskan makanannya, Elena berlanjut memeriksa ponsel. Ia mendapatkan pesan dari nomor asing, namun tidak akan dibaca. Sebab, menurut Elena, itu hanya akal-akalan orang iseng saja. Ia mengirimkan pesan pada Riven, mengenai Alberto. Ketiganya, Elena, Amerta, dan Zalen tenggelam dalam ponsel mereka. Jay pun memajukan bibirnya, karena merasa diabaikan. Ia turun dari pangkuan Zalen, dan berlari ke arah ruangan Zalen yang tidak tertutup. Hidungnya mengerut, ketika bau aneh menusuk. Jay berjinjit, melihat ke arah meja yang berisi gelas-gelas wine. Ada rak-rak buku tebal, yang membuat Jay penasaran. Ia mendorong kursi di meja bundar, menuju rak tersebut. Lalu, Jay menaikinya. Ia bermaksud meraih sebuah buku tebal, yang warnanya putih dan berkilau. Buku paling mencolok, dari yang lainnya. Namun, pijakan Jay yang berjinjit, membuat kursi bergoyang. Alhasil, anak itu terjatuh dengan buku yang mengenai bahunya. Di luar sana, tig
Last Updated : 2025-12-06 Read more