"Jadi awalnya, Eza itu emang sudah sakit, Bunda. Terus-terus, Eza pergi ke taman, kita semua ikutin Eza karena takut dia pingsan. Badannya panas banget, muka Eza juga pucaaaaaatt sekali. Terus pas Jay sama temen-temen ada di taman, kakaknya Eza dateng," cerocos Jay. Kini, Jay sedang duduk di pangkuan Riven, tepatnya di kamar sang ayah. Ada Elena yang juga setia mendengarkan cerita Jay, seraya menyuapi anak dan ayah itu buah-buahan. Sebenarnya, waktu sudah cukup larut, hampir tengah malam. Namun, Jay masih bersemangat untuk menceritakan kejadian di sekolahnya tadi pagi. "Lalu, Eza dibawa sama ayahnya. Tapi, Eza keliatan takut banget sama ayahnya, Bunda. Biasanya 'kan, muka Eza kayak papan ujian," celetuk Jay yang langsung mendapat sentilan manis dari Riven. Mereka berdua, selayaknya orang tua asli Jay khuusnya Elena, mendengarkan dengan sabar dan menanggapinya dengan cermat. Mereka tidak mau Jay mencontoh perilakh Jordan. Jay masih kecil, dan tidak menutup kemungkinan, ia akan me
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya