Sore hari, Arkan pulang ke apartemen dengan wajah yang jelas menampakkan kelelahan. Langkahnya terasa berat ketika ia membuka pintu, jas langsung ia lepaskan dan gantung seadanya. Apartemen itu sunyi tenang, tapi tidak kosong.Di ruang tamu, Nayel duduk di atas karpet, fokus memainkan robot yang siang tadi dibelikan oleh Bastian. Bunyi kecil dari mainan itu menjadi satu-satunya suara yang terdengar.Arkan berhenti sejenak, menatap pemandangan itu. Ada rasa hangat yang muncul, meski samar.“Mama mana?” tanya Arkan pelan.Nayel tersentak kecil, terkejut menyadari kehadiran papanya. Ia menoleh cepat.“Lagi mandi, Pa,” jawabnya, suaranya sedikit gugup.Arkan mengangguk. Ia melangkah lebih dekat, lalu berjongkok di jarak aman tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh.“Itu robot baru?” tanyanya, berusaha membuka percakapan.“Iya,” jawab Nayel, matanya berbinar. “Opa Bastian yang beliin.”Arkan tersenyum tipis. “Kelihatannya keren.”Nayel ragu sejenak, lalu mengangguk kecil. Ia menggerakkan r
Última actualización : 2025-12-27 Leer más