Pagi hari di sebuah rumah mewah keluarga Atmaja, suara alarm yang cukup keras terdengar dari salah satu kamar. Bunyi itu membuat pemilik kamar terbangun dan melakukan peregangan ringan sebelum akhirnya mematikan alarm. Setelah bangun, ia segera menuju kamar putranya. “Nayel, ayo bangun,” ucap Arkan pada anak semata wayangnya. Bocah itu segera bangun dari tidurnya ketika mendengar suara sang ayah. Mengerjapkan matanya pelan menyesuaikan cahaya matahari pagi. “Ayo bangun, Nayel. Cepat siap-siap. Jangan lama. Kalau kamu lama, Papa nggak akan antar kamu ke sekolah,” tegas Arkan pada putranya. Nayel pun bergegas mandi dan bersiap. Arkan memang tipe orang tua yang tegas, dan itu selalu ia terapkan pada Nayel. Hasilnya, Nayel tumbuh menjadi anak yang mandiri. Setelah selesai mandi dan bersiap, Nayel dan Arkan bergabung untuk sarapan bersama keluarga besar Atmaja. “Kamu semalam lembur, kan? Pulang jam berapa?” tanya ibu Arkan, Kinanti. Arkan menoleh sebentar. “Jam dua belas, Bu,” jawabny
Last Updated : 2025-10-08 Read more