“Halo, Mas,” ucap Serena lembut melalui telepon seluler yang tersambung dengan Arkan yang hari itu sudah mulai kembali masuk kantor.“Iya, sayang. Kenapa?” tanya Arkan dari seberang, suara bising kantor samar terdengar di belakangnya.“Nanti pulang dari kantor, aku nitip kue putu boleh?” tanya Serena pelan, nadanya sedikit ragu.Arkan terkekeh kecil. “Boleh dong. Tumben, nih… ngidam lagi, ya?”“Hehehe… kayaknya iya, deh, Mas,” jawab Serena sambil tersenyum sendiri.“Putu yang biasa atau yang gula aren banyak?” tanya Arkan sigap.Serena tertawa kecil. “Yang gula arennya sampai bleber.”“Siap,” jawab Arkan tanpa ragu. “Ada lagi yang kamu pengin?”Serena berpikir sejenak. “Minumnya teh anget aja. Jangan lupa ya, Mas.”“Nggak mungkin lupa,” jawab Arkan lembut. “Kamu di rumah aja. Jangan ke mana-mana.”Serena mendengus pelan. “Iya, Pak Polisi.”Arkan tertawa. “Mas serius. Kalau capek, istirahat.”“Iya,” jawab Serena lebih lembut. “Makasih, Mas.”Telepon ditutup. Serena meletakkan ponselnya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya