Mendengar kabar bahwa anak kesayangan mereka jatuh sakit karena efek kehamilan, Amira dan Bastian tak menunda waktu. Dari luar kota, keduanya segera mengatur penerbangan untuk pulang. Kekhawatiran itu tak bisa ditutupi meski Serena sudah menikah, di mata mereka, ia tetap anak yang sama.Di apartemen, Serena sedang berbaring setengah duduk di sofa. Kepalanya bersandar di dada Arkan, lengannya melingkar erat di pinggang suaminya seolah takut ditinggal barang sedetik. Sejak tahu dirinya hamil, Serena berubah jauh lebih manja. Ia mudah lelah, mudah mual, dan yang paling kentara adalah tak mau jauh dari Arkan.Arkan membiarkan. Bahkan tangannya sejak tadi tak berhenti mengusap punggung Serena dengan gerakan pelan, menenangkan.“Nayel kapan pulang ya, Mas?” tanya Serena lirih, suaranya sedikit manja bercampur lelah.Arkan menunduk, mengecup pelipis istrinya.“Bentar lagi, sayang. Nanti dijemput sopirnya Ibu,” jawabnya lembut.Serena mengangguk kecil, tapi pelukannya justru mengencang.“Aku
Última actualización : 2026-01-18 Leer más