Di kamar rawat inap lantai tujuh rumah sakit swasta Kurta, tirai jendela setengah tertutup. Cahaya masuk seadanya, tidak cukup terang untuk menghangatkan, tapi cukup untuk memperlihatkan betapa sunyinya ruangan itu.Jessica duduk bersandar di ranjang, lututnya ditekuk, selimut hanya menutup separuh tubuhnya. Tatapannya kosong, menembus dinding di seberang.Sudah berjam-jam dia berada di posisi yang sama. Tidak menangis. Tidak berbicara. Tidak juga tidur. Hanya terlihat menatap kosong ke depan. Tapi kenyataannya di kepalanya, ada satu pertanyaan yang terus berputar.Kalau keadilan dalam hukum bisa dipalsukan, lalu aku harus percaya pada siapa?Saat ini yang dia rasakan justru kemarahan yang dingin, pahit, dan membakar pelan dari dalam dada.Bukan pada Jefry.Melainkan pada orang-orang yang berani menjadikan tubuh dan traumanya sebagai alat tukar.Mereka berbohong.Dan mereka melakukannya dengan wajah-wajah terhormat.Jessica mengepalkan tangannya perlahan.“Aku bukannya bodoh,” gumamny
最終更新日 : 2026-01-16 続きを読む