Hujan turun di luar jendela apartemen. Tidak deras, tidak pula berhenti sepenuhnya rintik yang turun cukup tipis tapi bisa membasahi tubuh.Seperti kebenaran yang selama ini mengendap, tak pernah benar-benar menghilang, tapi juga tak pernah diberi ruang untuk jatuh bebas.Di dalam ruang kerja apartemen itu, udara terasa berat. Naren duduk diam di balik meja kayu gelap. Layar laptop di depannya menyala, menampilkan deretan dokumen, foto lama, rekaman suara, dan laporan forensik yang selama bertahun-tahun dianggap tak berarti. Kini, semuanya kembali dibuka.Anton dan Yuda berdiri di seberang meja. Keduanya tidak lagi dalam posisi pengawal atau sopir. Malam ini, mereka adalah saksi dari sebuah pembongkaran sejarah.“Kalau kita susun ulang dari awal,” ujar Anton pelan, “semua kematian di keluarga Khile selalu terlihat rapi.”Yuda mengangguk. “Bahkan menurut terlalu rapi.”Naren tidak langsung menjawab. Tatapannya terpaku pada satu foto hitam putih yang diperbesar di layar, seorang wanita
Last Updated : 2026-01-13 Read more