Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-22
Oleh:  Andriani _RieniBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 Peringkat. 3 Ulasan-ulasan
137Bab
1.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Andini Prameswari, istri dari pengusaha berkuasa di daerah Kurta, dia hidup dalam bayang-bayang kekerasan dan kepura-puraan. Di malam ulang tahun pernikahannya yang kedua, dia kembali menyaksikan pengkhianatan suaminya dan di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan cinta lamanya, Narendra Evans Khile. Cinta itu salah di mata dunia, tapi justru membuatnya merasa hidup kembali. Apakah dia akan terus menjadi istri yang teraniaya demi nama baik keluarga… atau berani bangkit dan memilih cinta sejatinya?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Kado Anniversary, perselingkuhan lagi.

Andini Prameswari Winarto berdiri mematung di balik pintu kamar 1508, kamar VVIP yang rencananya akan digunakan untuk dia dan sang suami menghabiskan malam pada saat pesta anniversary pernikahan mereka.

Di lantai bawah hotel Estrella, pesta masih berlangsung. Tawa riang dari sebagian besar tamu undangan yang menikmati kemeriahan pesta, seakan membungkus kenyataan pahit yang Andini rasakan.

Andini kembali menatap jam tangan Cartier yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Pukul 20.49.

Radit yang ditunggu oleh dirinya dan semua orang belum juga muncul.

Hatinya berkata lain, dia yakin keterlambatan Radit malam ini untuk menghadiri pesta mereka, pasti disembunyikan di balik ruangan ini.

Setelah ragu-ragu sejenak, Andini lalu memantapkan hatinya untuk membuka pintu ruangan itu menggunakan kunci duplikat yang ada di dalam tas tangannya.

Dia membuka perlahan. Tidak lebar, hanya selebar lima jari. Tapi itu cukup untuk melihat apa yang ada di dalam.

Dia tidak masuk, hanya berdiri di depan pintu. Tapi dari celah yang cukup kecil itu berhasil membuat seluruh dunia Andini runtuh dalam hitungan detik.

Apa yang dilihatnya saat itu berhasil membuat darahnya berdesir, nafasnya terasa tercekat di tenggorokan.

Terlebih lagi saat desah penuh kenikmatan itu kembali melewati rongga pendengarannya.

“Aahh! Ehhm,”

“Oohh, teruskan sayang.”

Lenguh panjang penuh kelembutan yang saling bersahutan, racauan penuh kenikmatan.

Semuanya itu terdengar dari suara yang sama, tubuh yang sama, pengkhianatan yang sama.

Seketika tubuh Andini terasa panas seperti terbakar.

Adegan yang selama dua tahun belakangan ini, berusaha dia kubur rapat-rapat kini muncul kembali tepat di depan matanya.

Persis bahkan tak ada yang berubah sama sekali. Seperti mimpi buruk yang diputar ulang, kini takdir itu kembali memastikan hatinya benar-benar hancur.

“Ooh, Radit… lebih cepat, sayang… lebih cepat.”

Wanita itu mendesah tanpa malu, seolah-olah dunia memang hanya milik mereka berdua saja.

Kedua mata Andini menyempit. Pupil matanya menggelap, dan tubuhnya gemetar hebat.

Karena mendengar suara pintu dibuka, Radit terkejut dan menoleh. Dia melihat istrinya berdiri, menatap ke arahnya. Namun, dia tidak beranjak dari peraduan itu.

Dengan gerak santai, dia hanya menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan sang kekasih.

Sementara wanita di sampingnya menatap marah ke arah Andini, seakan sorot matanya ingin menelan Andini hidup-hidup.

“Apa kamu nggak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk, ya?” Sorot matanya penuh kebencian.

Andini hanya membalas dengan senyum tipis, lalu beralih menatap Radit.

“Kado anniversary kedua, ternyata perselingkuhan lagi, ya? Bagus sekali.”

Setelah mengatakan kalimat itu, tanpa menunggu reaksi mereka, Andini langsung menutup pintu kembali.

Dia berdiri mematung di depan pintu yang tertutup itu. Seketika Andini merasa seperti ada batu besar yang tiba-tiba menindih dadanya.

Begitu sesak, dan membuatnya sedikit kesulitan bernapas.

Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tanpa terasa, kuku-kukunya yang runcing menancap dan hampir melukai telapak tangannya sendiri.

Lalu, dia melangkah cepat meninggalkan tempat itu. Menuju lift, lalu tangannya memencet tombol buka, lalu masuk dengan cepat sambil menghapus sisa air mata yang membasahi pipinya.

Andini kembali memasuki ruangan dimana pesta anniversary pernikahannya sedang berlangsung.

Dengan langkah anggun, Andini melangkahkan kakinya ke pojok ruangan. Orang bilang, alkohol bisa memberi sedikit ketenangan bagi orang yang meminumnya. 

Jadi, dia sengaja meneguk sedikit sampanye agar tangannya tidak terlihat gemetar. Lalu mencoba untuk mengubur kenyataan pahit yang baru saja di lihatnya.

“Andin .…”

Suara tegas seseorang mengagetkannya dari arah belakang. Dia buru-buru menoleh.

“Radit masih ada urusan penting. Kamu diminta untuk menghandle semua tamu yang hadir. Ingat, jangan membuatnya kecewa,” kata Sanjaya Winanto, mengingatkan putrinya.

Ibunya berdiri di samping dan tersenyum menenangkan. “Dengarkan Mami, sayang. Semua yang kamu lakukan ini untuk kebahagiaan kita semua.”

‘Urusan penting?’

Urusan penting dengan kekasihnya.

‘Kebahagiaan kita?’

Yang dikatakan ibunya mungkin benar. Semua ini memang demi kebahagiaan semua orang, demi reputasi, politik, bisnis, dan nama baik. Sayangnya, dia tidak termasuk dalam kata “kita” yang disebut ibunya tadi.

Mendengar ucapan dari kedua orang tuanya itu, batin Andini tertawa miris.

Hari ini adalah pesta perayaan anniversary kedua pernikahannya dengan Raditya Mahesa, pewaris tunggal dari keluarga terpandang yang sangat berpengaruh di daerah Kurta.

Kilauan lampu kristal menggantung megah di langit-langit ballroom Hotel Estrella. Ruangan hotel bintang lima itu sengaja didekorasi dengan begitu mewah.

Karena hari ini bukan sekadar perayaan cinta, tetapi juga ajang politik demi memuluskan ambisi Radit untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kurta.

Tubuh semampai Andini tampak anggun dalam balutan gaun berwarna champagne. Kalung berlian rose gold melekat indah pada lehernya, menambah kesan sempurna sebagai istri calon pemimpin daerah.

Andini harus tersenyum anggun, tubuhnya harus tetap berdiri tegak, langkahnya juga harus terlihat elegan.

Selama dua tahun, dia sudah sangat terlatih memainkan peran sebagai istri sempurna di hadapan publik.

Di depan publik, dia adalah perempuan paling beruntung, memiliki suami yang mencintainya begitu besar dan memberikan semua kemewahan dunia. Tapi kenyataannya?

Andini menghembuskan nafas kasar, mencoba membuang sedikit rasa sesak yang dia rasakan. Lalu dia kembali meneguk sampanye yang masih tersisa di tangannya.

Berjalan menghampiri beberapa tamu, dan menyambut mereka dengan ramah.

Tak kuat lagi rasanya untuk Andini bersandiwara. Perlahan, dia menyelinap keluar dari ballroom dan menuju pintu darurat.

***

Musik menghentak keras di dalam klub malam yang berada di bagian sisi lain lantai bawah Hotel Estrella.

Andini duduk di kursi paling pojok. Merasakan kepalanya sedikit pusing, Andini lebih memilih tidak meminum apapun lagi saat berada dalam klub malam itu, dia hanya duduk sambil menopang dagu.

Pikirannya tidak kacau, hanya saja hatinya terasa sangat lelah.

Dia merasa lelah bukan karena perselingkuhan suaminya di malam anniversary pernikahan mereka, karena kejadian seperti ini bukan yang pertama kali, tetapi saat ini dia mulai merasa lelah karena benar-benar hanya menjadi pajangan saja.

Dirinya tak ubah seperti boneka porselen yang dipajang begitu cantik di sebuah etalase, hanya untuk dijadikan pelengkap.

Dan itu kenyataannya, dirinya hanyalah pelengkap untuk status Radit. Hubungan mereka tak lebih dari citra demi kekuasaan.

Selama ini, dia sudah terlalu diam dan mengalah. Tapi malam ini, sepertinya dia benar-benar tidak bisa menahan diri lagi.

Andini mulai merasa risih ketika dia menyadari ada beberapa pasang mata yang menatapnya dengan tatapan nakal. Maka dia memutuskan untuk pergi.

Sudah lewat pukul sembilan malam. Dia tidak tahu harus ke mana. 

Rasanya tidak mungkin jika dia pulang ke rumah atau kembali lagi ke pesta. Jadi, dia memutuskan untuk terus berjalan tanpa tujuan.

Andini melangkah di jalanan remang. Ada sedikit perasaan takut menghinggapi pikirannya.

Di sebuah tikungan jalan, tiba-tiba Andini menghentikan langkahnya. Di sisi kanan jalan, dia melihat sebuah gedung yang menarik perhatiannya.

Sebenarnya gedung itu memang sudah lama berdiri di situ, tetapi yang menarik perhatiannya adalah tulisan di atas gedung itu

Galeri Lukis.

“Sejak kapan ada galeri lukisan di tempat ini?” tutur Andini pelan sambil mengerutkan kening.

Dia mulai berpikir, bukankah beberapa minggu lalu, dia pernah lewat di tempat ini, tapi galeri lukis ini belum ada.

Apa tempat ini baru saja dibuka?

Andini memang sangat tertarik dengan dunia seni lukis. Bahkan itu adalah hobi serta impiannya sejak kecil untuk menjadi seorang pelukis ternama.

Andini melangkah menuju galeri lukisan itu, yang kebetulan masih buka.

Begitu langkah kakinya memasuki galeri seni itu, aroma cat minyak bercampur dengan wangi kayu furniture klasik memenuhi indra penciumannya.

Seketika saja, Andini merasa jiwanya seperti ditarik untuk masuk ke dalam dimensi lain.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Atria
Atria
keren ceritanya kak. semangat .........
2025-12-17 16:34:47
1
1
Ersan Ependi
Ersan Ependi
Seru neh ceritanya ... jadi penasaran dan ditunggu up tiap hari ya kak
2025-11-01 18:26:50
1
1
Any Anthika
Any Anthika
Bagus kak .. lanjut ya .. Semangat!
2025-10-25 17:27:15
1
1
137 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status