Mall tampak ramai, Avrisha berjalan di samping Elvareno, langkahnya pelan, lengannya sesekali menyentuh lengan pria itu tanpa sadar. Pendingin ruangan mall menyapu kulitnya, bahunya terasa lebih ringan. “Kita makan dulu,” kata Elvareno. “Kamu belum makan, kan, dari pagi?” “Aku nggak terlalu lapar,” jawab Avrisha, lalu berhenti sejenak. “Tapi iya juga. Perutku kosong.” Elvareno meliriknya dengan senyum tipis. “Nah.” Mereka masuk ke restoran bernuansa hangat dengan pencahayaan kuning lembut. Kayu terang, tanaman kecil di sudut, dan musik pelan. Seorang pelayan mengantar mereka ke meja dekat jendela. Avrisha duduk, menata tasnya rapi, lalu menghela napas panjang. “Enakan di sini,” gumamnya. Elvareno memesan untuk mereka berdua menu sehat.Avrisha memperhatikannya dari balik menu, ada rasa tenang yang tumbuh pelan. Belum lama mereka duduk, seorang perempuan hamil mendekat, wajahnya berbinar. “Dokter El? Wah, Dokter makan di sini juga? Saya pasien rutin Anda, lho, Dok. Biasa
최신 업데이트 : 2026-01-29 더 보기