“Tolong, ampuni aku. Aku mohon.” Gwen menangkupkan dua tangan di depan dada, memohon menghiba-iba. Wanita itu merangkak mendekat, lalu meraih ujung celana panjang Hamish.Hamish berusaha mengibaskan kakinya, tetapi Gwen begitu erat memegangi kakinya.“Ampuni aku, Hamish. Aku khilaf. Aku saat itu sedang kalut. Aku patah hati. Aku hanya cemburu. Semua itu karena aku sangat mencintaimu. Aku tak mau kehilanganmu, Hamish. Aku sakit hati. Aku sangat mencintaimu.” Gwen tergugu.“Jordi!” panggil Hamish.“Urus dia. Aku tak ingin istriku salah paham karena ada wanita lain di ruanganku.”Jordi mendekat, tetapi Gwen malah memeluk kaki Hamish.“Hamish, setidaknya kamu harus ingat. Aku yang paling lama menemanimu. Aku yang paling memahamimu. Apa kamu lupa semua kebersamaan kita? Aku yang selama ini membantumu bangkit. Aku yang paling tahu bagaimana jatuh bangunnya kamu. Tolong jangan perlakukan aku seperti ini.”“Semua jasamu sudah dibayar. Tak ada satu pun poin dalam perjanjian yang kau tandatanga
Last Updated : 2026-01-05 Read more