Elias bolak-balik memeriksa ponselnya dari semalam. Tetapi, Hamish tak kunjung memberi kabar. Ia pun berinisiatif mengirim pesan lebih dulu seraya memberikan rekomendasi dokter kandungan terbaik yang ia tahu.Akan tetapi, lagi-lagi, tak ditanggapi Hamish. Dan memang selama ini, Hamish tak pernah sekalipun membalas pesan darinya. Apalagi mengirim pesan lebih dulu. Namun, kali ini, ia sangat berharap. Merasa bahwa hubungannya dengan sang putra sudah mendapat banyak sekali kemajuan.“Aduuuh, kenapa dia belum juga kasih kabar. Dia sudah janji, kan? Aku penasaran. Apa aku akan jadi kakek atau tidak?” Elias bicara sendiri.Pria dengan rambut kelabu yang tersisir rapi itu akhirnya menghubungi Jordi, mencoba mencari celah informasi. Namun, asisten putranya itu pun belum mendengar info apa-apa.“Ada apa?” Elias menyimpan ponselnya saat melihat Marissa datang mendekat.“Aku ingin periksa kandungan. Sudah jadwalnya. Antar aku.”Menatap wajah Marissa, sungguh membuat Elias malas untuk bergerak. I
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya