"Ke depannya, apa pun yang terjadi, kita tetap sahabat terbaik."Sambil memeluk balik Renata, Clara menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut dan menenangkannya, "Tenang saja, aku pasti nggak akan menghindarimu. Kita akan selamanya menjadi sahabat terbaik."Memeluk Clara, Renata kembali berkata, "Selama bertahun-tahun aku juga nggak pernah memanggilmu kakak ipar. Sudahlah, aku juga malas memanggilnya. Kita tetap jadi sahabat baik."Clara mengangguk kuat-kuat. "Mm, mm."Meskipun sudah sepakat dengan Clara, perasaan kesal Renata sebenarnya masih belum sepenuhnya sirna.Malam harinya, setelah makan malam selesai dan Clara meninggalkan rumah lama, Renata langsung menelepon Rendra dan memarahinya habis-habisan tanpa ampun.Dia mengatakan Rendra bodoh, mengatakan dia tidak tahu cara bersikap manja, tidak tahu cara membujuk perempuan. Namun, soal perjanjian itu, dia tidak menyebutkannya.Di seberang telepon, Rendra menjauhkan ponselnya. Pada akhirnya, sebelum Renata selesai memaki, dia langsung
Baca selengkapnya