Dalam perjalanan ke rumah sakit, Clara berusaha menenangkan diri, mencoba bersikap tenang, tetapi hatinya tetap gelisah. Jantungnya terus berdegup kencang, seolah-olah akan meloncat keluar dari dadanya.Beberapa tahun yang lalu, dia pernah merasakan hal yang serupa.Dua puluh menit kemudian, mobil berhenti di depan pintu UGD. Clara masuk dari pintu samping, langsung menuju ruang gawat darurat.Saat itu, Ponirah dan suaminya sudah menunggu di depan ruang UGD, tampak lesu. Melihat Clara yang cemas dan berlari tergesa-gesa, keduanya buru-buru bangkit dari bangku panjang, memandang Clara dengan mata memerah. "Nona!"Sampai di hadapan Ponirah, Clara menggenggam tangannya, bertanya dengan tergesa-gesa, "Kondisinya bagaimana? Apa kata dokter barusan?"Mendengar pertanyaan Clara, Ponirah menyeka air matanya, berkata, "Pagi tadi saat sarapan, Tuan nggak keluar. Aku pun mengetuk pintu, tapi diketuk berulang kali, nggak ada jawaban. Jadi aku buka pintunya."Saat sampai di sini, Ponirah sedikit te
Read more