Clara menjejakkan kakinya ke lantai, lalu berkata dengan sopan, "Oh, terima kasih."Melihat Clara sebentar, Rendra berkata kepadanya, "Alain bilang kamu hari ini istirahat di rumah saja, pekerjaan ditunda sampai Senin."Clara mengangguk. "Oke."Rendra berujar, "Cuci muka dulu, Bi Kinara sudah menyiapkan sarapan untukmu.""Mm." Sambil menanggapi Rendra, Clara mengambil pakaian ganti yang dulu dia simpan di sini, lalu pergi ke kamar mandi.Di depan cermin, Clara melihat bekas di leher dan tulang selangkanya. Wajahnya tampak serius. Biasanya dia tidak minum alkohol, tetapi kemarin di acara itu, dia sedikit harus bersosialisasi, memberi hormat pada rekan kerja dan atasan. Untungnya tidak terjadi apa-apa. Kalau tidak, dia pasti menyesal.Melihat dirinya di cermin, Clara mengangkat tangan dari lehernya. Ingatan semalam samar-samar, terputus-putus.Sepertinya semalam Rendra sempat menyebut buku hariannya, mungkin bertanya siapa yang dia suka. Membayangkan itu, jantung Clara berdegup cepat, me
Read more