Saat Kiana kembali, upacara sudah dimulai. Sebuah video promosi sekolah sedang diputar di layar besar.Begitu dia duduk, wanita berbaju hitam di sebelahnya menatapnya dan berkata, "Eits, bukankah ini primadona kelas kita? Sudah bertahun-tahun nggak bertemu, dia masih tetap cantik, tapi nggak bermartabat?"Kata-kata ini tidak terdengar seperti pujian.Kiana tidak mengenali wanita itu. Dia hanya samar-samar merasa wajahnya familier, tetapi dilihat dari kata-katanya, dia pasti teman sekelasnya."Kamu nggak ingat sama aku lagi?" Wanita itu mengangkat alisnya.Kiana bertanya dengan santai, "Siapa namamu?""Kiana, kamu masih saja sombong seperti waktu kuliah dulu!""Kalau aku sombong, terus kamu apa?""Kamu!"Kiana menoleh ke depan. Dia tidak berniat mengubris wanita itu.Selama masa kuliahnya, dia sibuk belajar dan bekerja. Jujur saja, dia tidak banyak berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya. Bukan karena dia sombong, tetapi karena dia memang tidak punya waktu.Setelah lulus, ketua kelas
Read more