"Rachel, aku nasihati kamu ya. Gunakan otakmu dengan benar!"Kemudian, giliran Susan berpidato sebagai perwakilan murid berprestasi. Dia memperkenalkan dirinya, lalu memperkenalkan teman-teman sekelasnya yang datang ke upacara hari ini. Saat memperkenalkan Kiana, dia mengerutkan bibir dan berkata, "Aku nggak akan menyebut namanya. Semoga dia bisa melangkah di jalan yang benar."Meski dia tidak menyebut nama, semua teman sekelas langsung menatap Kiana. Melihat mereka menatap Kiana, para tamu yang hadir pun ikut menoleh.Kiana menjadi pusat perhatian dan sasaran cemoohan orang-orang, tetapi dia masih duduk dengan santai di kursinya. Dia tampak tenang dan rileks, dengan senyum tipis di wajahnya.Melihat sikapnya yang seperti itu, Susan menjadi marah, tetapi karena itu adalah upacara penting, dia tidak bisa banyak bicara. Jadi, dia pun mengeluarkan naskahnya dan mulai berpidato.Namun baru saja mengucapkan beberapa kalimat, pengeras suara di ruang pameran mulai berbunyi kresek, diikuti ole
Read more